Kehidupan seakan haus banyak
nafsu, kepedulian banyak pihak
hanya tertuju pada hiburan.
Orangpun seperti menjadikan
senyum sekedar paras, tetapi
bukan pola beretika. Emosipun hanya ditujukan penilain dari
luar, lalu apakah kita pernah
berpikir tentang awal dan akhir? Memang kita diberikan
keterbatasan, namun kita
diajarkan berkembang. Bukankah
ada kaitan dari apa-apa yang kita
lakukan dan kerjakan. Entah baik
atau buruk, entah benar atau salah tetapi kita jugalah yang
menelaah. Menjaga dan beretika
mungkin bukan dari apa yang
terjadi dari luar, tetapi lihatlah
pada kultur kita. Madu memang manis, garam
memang asin, kopi memang pahit
dan dari itulah kita sadar
perbedaan bukanlah buruk tapi
bagaimana kita mengatur dan
mengadukan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar