Rasa memang bisa dikaitkan atas
sebuah nafsu, karena rasa
adanya di perasaan yang bertitik
di hati dan pikiran. Orang awam
kadang mengganggap nafsu
adalah buruk tetapi orang yang memahami nafsu adalah
beretika. Jika kita tidak
diberikan nafsu kita adalah
sebuah hampa.
Dari kecil hal pertama diajarkan
adalah makan, orang beradap
tentunya tahu sebuah pola
makan, dari cara memakan, cara
menelan, cara duduk dan cara
mensyukuri. Makan itu akan menjadikan diri kita tumbuh dan
berkembang, disamping itu juga
menjadi rasa yang nikmat.
Tentunya kita mengenal puasa,
inilah nikmatnya sebuah rasa jika
berbuka. Maka di sini belajarlah memahami kata "Makan ada
untuk hidup, hidup bukan untuk
makan".
"Tidak ubahnya semua rasa ada
untuk mengajarkan bersyukur,
tidak ubahnya hidup untuk
mengatur. Semenjak dulu diatur
untuk beradap, dan tidak ruginya
belajar untuk bersahaja. Tidak ruginya rasanya hampar, karena
tidak baguslah hal berlebihan".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar