Memang diri akan menjadi kecil
dikala memandang, tertitik kecil
untuk memandang gerak. Maka
tidaklah ku tahu kalau ku ini
nyata, bermain ilusi menatap diri.
Memanggulkan persemian dibudak hati, bertajukkan
peranan melawan beban mimpi. Tidaklah kupunya sebuah
peranan besar, tapi peran
kecilpun adalah pematuhan.
Melingkar dan memutar tiap
wawasan, ternyata semutpun ada
di hadapan. Memijar malam menatap gelap ternyata rasa ada
dipandangan. Menukarkan rasa
dengan pemikiran ,maka
permintaan adalah pemeranan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar