Link

Powered By Blogger

Air Terjun

Ketika hempasan angin yang
dingin menguncang raga,
gemuruh atas suasana air yang
menimpa. Terpandang atas
begitu wujud-wujud benda yang
menonjolkan sebuah punggawa. Air terjun yang sulit untuk
menjadi terka, atas simbul gerak
tanpa nyawa. Tatapan inipun
makin tersirat melihat diatas
apa, antara air ,batu dan suara
riuh akan arusnya. Hati inipun kian bertanya
sebagaimana sebenarnya
kekuatan jiwa, rasa dan pikiran
dalam menatap semua. Bagaikan
sebuah hal yang menjadikan
pertautan atas sebuah energi, yaitu gerakan jatuh, bertahan,
terbawa ataupun menepiskan
semua. Rejamnya sebuah
kekuatan raga, kasih ataupun
cinta tergambarkan pada
besarnya arus, besarnya batu, dan tingginya sebuah tekanan air
yang jatuh. Hati inipun kian
bertanya tentang bagaimana
tetap ada hidup didunia seperti
ini? Maka berbanding batu besar
adalah mental untuk tegas di diri
kita. Sedangkan kuat arus
penggambaran tekanan-tekanan
kita atas ujian dunia. Hadirnya
gemuruhpun adalah atas sebuah gelisah kita atas jiwa, dan
gelembung putih adalah udara
kita dikala tetap berdiri diatas
lawan yang menimpa.

Tidak ada komentar: