Dari jalan papas dilahir kita. Pasti kau menangis dan merengek meminta utas suatu sentuhan. Dimana memang itulah naluri yang menjadikan kita kemana.
Apakah kau mau jadi orang yang tenang dalam artian acuh pada keadaan. Disini kita pastinya bertanya dimanakah ada yang mengajarkan. Disetiap ada suatu kesalahan itulah jadi kebenaran kita. Lalu apakah kebenarannya tentu saja meluruskan.
Aku bukan orang yang fanatik dalam segi agama. Kumenghargai adanya kepercayaan pandangan masing masing orang. Kujuga akan berbicara umum ditiap nafas perkumpulan.
Dilajurnya kita adalah makluk sosial dimana saling terhubung. Bila kita adanya ikuti keadaan bukan tidak mungkin kita terseleweng. Dan kenapa kesalahan dekat dgn kebenaran, karena kadang dari adanya hal yang salah kita dapat teguran yang lebih. Jadinya kita lebih menata kembali. Bukan berarti untuk belajar salah dulu, tetapi jangan kau kucirkan orang yang salah tapi sudah jadi kewajiban orang yang mengerti. Atau kau tenang maka engkau jadi orang yang rugi dari adanya ilmu itu.
Maka seutas tenang hanyalah lajur orang yang tidak mau belajar mengejar dan kebenaran itu adalah menjadikan saling mengisi kasih untuk memberi ataupun meminta hal hal agar melajur pada suatu niatan baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar