Pada awalnya ku adalah orang
yang kusulitan berkata dan
bingung atas apa yang harus
kuungkap. Namun seiring waktu
yang terus berjalan, kupun
berpikir bagaimana ku belajar menjaga kesadaran. Walau pada
awalnya ku ingin buktikan pada
seseorang. Namun secara
perlahan ku mulai tahu
kebenaran dan titian para
penulis, perenung ataupun sastrawan. Tidak akan pernah kuhentikan
apa yang kuyakini ini,
menyampaikan ilmu kebenaran
ataupun ilmu sosial. Dengan ini
perlahan ku tahu bagaimana
sebenarnya maksud dan tujuan orang menulis ataupun berkarya.
Maka inilah pemikiranku mulai
kutumpukan pada memulai
merenung. Akupun makin suka diam dan
merubah bayangan lamunanku
pada pemikiran. Walaupun
kadang cuma melihat semut,
pasir, batu ataupun yang menjadi
keberadaan disekitarku. Dan inilah sebenarnya kita adalah
sebuah hakikat untuk belajar
tanpa henti disebuah ruang. Dari apa pemikiran-pemikiran
yang ku coba tuangkan, dari
itulah ku belajar kekurangan dan
keterbatasanku dalam dunia ini.
Wujud kecil dari benih yang
kusemaikan menumbuhkan gairahku dalam tiap berjalan.
Awalnya ku termotivasi buat
menjadi penulis ataupun seniman.
Tapi dari apa yang ku bayangkan
ini malah meracuni dari hal ku
untuk menuang, karena hasil yang tidak kuncung ku dapat buatku
malas berusaha. Waktu dan waktu ternyata
adalah bukti nyata adanya
sebuah gerakan, dan ilmu, ilmu
yang makin kucari adalah
nikmatnya hidupku. Bahkan ku
kadang dianggap orang yang aneh ataupun orang yang suka
bermimpi, tapi bila ku terpancing
dikeadaan maka bukan tidak
mungkin suasana diriku jadi
putus asa. Entahlah apa yang terlihat saat
ini, tetapi apa yang ku tuang jadi
rasa maluku atas ungkapanku.
Maka tidaklah ku menyesali,
namun ku bisa terus menjadi
sebuah motivasi buat diri. Dari mana bukan apa-apa untuk
belajar meningkat menumbuhkan
warna mau menjadi apa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar