Mungkin ini cuma hal kecil yang
kerap terjadi dikeseharian,
diantara bertanya yang salah
dan bertanya yang benar.
Memandang sesuatu yang kadang
dianggap orang bodoh, karena letak bodoh inilah sebenarnya
kesabaran itu ada. Bila ini pohon
mungkin cuma daun yang
terjatuh sepintas tidaklah
bermakna. Hal ini kucoba biaskan dari cara
diriku mengatur kodrat manusia
yang berada di emosi. Atas
perkataan orang, memcoba
menganalisa dari kesalahan diri.
Karena mencoba mengalah ternyata adalah terdiam dan merenungi atas apa diri kita.
Tipikal keras kepala yang ada
didiriku memang perlu kunci
untuk mengatasi dan menyikapi. Jaman sekarang memang sudah
halayak umum emosi dan salah
paham iring terjadi, mungkin
karena ego ataupun watak.
Namun bukan berarti kita juga
harus mengikuti tetapi mencoba meredam. Dari hal kecil ini akan
mengajarkan kita pada hal besar
dikemudian hari.
Ada pepatah "diam adalah emas"
diterapkan atas emosi,
musyawarah, beradu pendapat.
Diam atas tuding menuding
kepada siapa tapi bertanya pada
diri. Belajar memahami sebab dan akibat yaitu untuk menjadi
bijak. Orang mungkin akan membela
diri, maka inilah mengapa dari
awal kadang kita perlu menjadi
bodoh. Meredam sesuatu untuk
kebesaran dan kemenangan atas
diri.
Beradaptasi sendiri tanpa perlu melihat kejadian umum,
perlu memikirkan diri untuk
membangun. Bertanya pada kesalahan diri,
ungkapan yang tidak mudah tapi
bisa. Kunci kesabaran mengapa
kita kadang dianggap keliru. Mau
bertanya diatas nurani menjadi
individu. Seperti bila ada orang marah
atau salah paham, pasti kita akan
bilang kenapa dimarahi atau
kenapa salah paham tapi kuajak
memahami diri. Diupayakan
menjadi penyabar dan perenung kita melatih bertanya pada diri
kenapa ku dimarahi, kenapa ku
menjadikan salah paham, atas itu
perlu kita jawab juga pada diri
kita mungkin ku salah, mungkin
ku menyakiti, mungkin ku tidak pahami.
Kugaris besar menjadi "ku diam
karena ku bertanya pada diri,
kudiam karena tidak lihat ada
gajah didepanku sementara
kulihat semut yang jauh
didepan".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar