Link

Powered By Blogger

Ketika Diri Mulai Menjadikan Sebuah Ilalang

Desir pacu seperti terpa angin dalam keadaan adanya. Tarian yang memang mulai dipinang dibentangnya. Layaknya terlihat biasa tapi sejajarkan makna. Maka dimana nilai indahnya ilalang.

Semua terukir faedah dan kaidah dalam adanya termasuk bunga yang desirkan warna ketika puruknya. Dimulai tata agar ada yang terwariskan olehnya. Maka mari berikan catatan catatan berguna dalam adanya.

Dimana aku berdiri diatas pijak bumi yang berikanku kesempatan mencoba. Kegagalan apalah itu dalam diriku semua bermakna. Menuntaskan semua keadaan adalah kemenangan walau tidak seindah bayangan. Ketika kumulai cari terapi diri, maka itulah wadah penyelaras jiwa.

Kita kan dituntut untuk jadi orang yang berbakti lalu kesiapa:

1. Berbaktilah kepada sang Pencipta.

Disini kita kenal nilai diri bagai seorang abdiNya dimana diwajibkan untuk beribadah padaNya.

2. Berbakti pada Orang Tua.

Kata orang tua layaknya kita jadikan junjungan sebagai orang yang paling dihormat. Dimana dialah kita ada dan sampai ini adanya.

3. Berbakti pada Diri sendiri.

Yaitu selalu jadikan kita sebagai nilai agar lebih baik dan selalu direlung untuk menata. Jadi tuntaskan apa yang jadi wajib dan perlu pada diri.

4. Berbaktilah pada waktu.

Waktu itu perlu kita pahami dimana kesempatan jadi terus lajur dan manfaatkan. Jangan suka putus asa karena kau seakan bosan atau layu.

5. Berbaktilah pada lingkungan.

Lingkunganlah kita ada. Dimana ada masyarakat dan alam jadikanlah pacu untuk mengerti betapa penting dan perlu. Jangan kau jdkan hal yang diabaikan atau disia siakan.

Kelima hal itulah yang jadikan tarian indah dalam dirimu. Karena itulah adanya kita dan makna kita. Terus lajur dan cepat perbaiki kurang ataupun salah maka engkau jadilah Ilalang yang menari.

Tidak ada komentar: