Link

Powered By Blogger

Pendahuluan

Kata dari kehidupan adalah hal yang sangat begitu sulit ditata. Karena hakikatnya kita adalah makluk yang tidak bisa lepas dari hawa nafsu.

Dari Surat AL-'ASHR (Makkah:103:3 ayat):
1. Demi Masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Dari tinjauan 3 ayat tersebut ada banyak hal yang kita dapatkan jadi perkara, yaitu:
1. Kita dapatkan waktu atau telah diberikan masa.
Mengenal kata ini kita telah mengenal arti daripada lahir dan mati. Disini kita telah diwujudkan.

Sebagaimana kita telah pahami dari mana dan kemana waktu. Disitupun adalah kesempatan dan suatu nikmat daripada kuasa Allah SWT.
2. Syahwat.
Inilah nilai daripada nikmat dari Allah SWT tentang kita. Dari ini pula kita bisa jadi nilai yang bagaimana. Mau ditempatkan disuatu hal yang baik ataukah hal yang buruk.
3. Kita telah diperkarakan pada sosial atau bermasyarakat.
Dijalanya kita pasti mengenal arti daripada suatu gambaran hubungan yang saling timbal balik. Dimana disini akan mendapatkan 3 hal, yaitu:
A. Salam Sapa.
Dimana hal yang menjadikan suatu pertemuan didalam masyarakat.
B. Bicara.
Kata bicara adalah berbagai wujud inipun bisa kita bagi lagi dalam berbagai media yaitu:
(a). Lidah.
Mengenal lidah tentu akan mengenal kata obrolan dimana menghasilkan ucapan. Diwujudnya lidah adalah hal yang sangat dekat dengan kesalah. Seperti pepatah "lidah lebih tajam daripada belati''.
(b). Tulisan.
Dimedia ini sekarang merupakan hal yang sangat penting. Seperti buku, majalah, surat ataupun bukti bukti atau akte. Tulisan memang jadi hal yang sangat manfaat dari segi bisa dipindahkan dari tangan ketangan juga selalu kecil luput dari lupa.
(c). Isyarat atau tanda.
Media ini adalah wujud dari macam hal entah dari abaan, warna, suara, ataupun gambar. Kadang ini jadi hal yang membuat dalam suatu hubungan jadi mudah. Dibanyak kasus didunia ini banyak bedanya bahasa. Hal ini tentu saja jadi hal yang mampu jadi wujudnya hubungan.

C. Senyum.
Ingat dalam kehidupan terkadang senyum adalah suatu ibadah tapi kadang senyum juga musibah.

D. Tawa dan Canda.
Hal inilah kadang kita tidak mengerti batasan etika dalam membawa diri. Karena tawa canda sering kali dekat dengan menyindir ataupun lepas kontrol. Maka kadang terjadilah nilai dari adanya turunnya etika dan sopan santun.

Menjejaki dari itu semua mari lajur lebih dalam pribadi kita. Karena "MENGENAL DIRI MAKA AKAN MENGENAL TUHANNYA".

Tidak ada komentar: