Link

Powered By Blogger

Bab 1 Mengenal Diri Dari Lahiriah

Kita tentunya mengenal kata lahir ataupun telah diadakan. Sebagai mana kita diciptakan dari tanah dan dari segumpal daging.
Seperti dari Surat Al Mu'minuun (surat 23 ayat 14):
"Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah lalu segumpal itu Kami jadikan daging, lalu tulang belulang itu Kami jadikan bungkus dengan daging. Kami jadikan makluk(berbentuk)lain. Maka Maha Sucilah Allah Pencipta Yang Paling Baik".

Disini juga dijelaskan Hadist Bukhari(vol. 4, buku 6, hadist no. 315):
Dikisarkan oleh Acep bin Malik: Rasullah berkata "Disetiap rahim Allah telah menempatkan malaikat yang berkata, Oh Tuhan! Setetes Mani, Oh Tuhan! Gumpalan darah, Oh Tuhan! Sekerat Daging. Kemudian jika Allah berkeinginan untuk menyelesaikan ciptaan, malaikat bertanya, Oh Tuhan! Apakah laki laki atau perempuan.

Jelas disini kita ada karena Allah SWT dan diciptakan dari adanya tanah. Dimana itu semua nyata adanya karena lewat orang tua kita. Mereka tentunya makan dan menyerap makanan dan kesemua berasal dari nutrisi tanah.

Tentu saja kita terlahir kita telah dapatkan masa atau waktu. Inilah kesempatan dimana kita diberi titipan raga yang pada dasarnya adalah kosong. Dimana semuanya ditambahkan roh pada janin ketika kita di umur 40 hari di janin Ibu.

Didalam lahiriah inilah kita mempunya yang disebut roh dan jiwa. Dimana kedua bagian itulah yang jadi kunci nilai dari keberadaan kita. Seakan semua itu kita sadari dari saat kau lahir dan kau sadari setelah kau jalan dan berpikir.

Ditiap lahiriah inilah munculnya suatu watak atau dalam kasusnya kepribadian. Tidak dipungkiri watak ini seakan lekat dengan emosi. Karena itulah hal ini tidak akan bisa dihilangkan. Maka dalam hal ini hendaknya menjaga dari mana dan buat apa kita terlahir.

Seperti kita mengenal roh adalah sinar yang ada dalam tubuh kita. Dan dimana pikiran adalah jiwa kita. Keduanya ada diraga ini menjadi aku. Dalam hal inilah aku wujud dari pada makluk yang sendiri tetapi juga sosial dan diciptakan.

Aku adalah diri ini dan sejatinya manusia makluk yang tidak lepas dari dosa dan khilaf. Disinipun adanya adalah dari keberadaan yang lain. Maka nilai diri adalah nilai untuk menjadikan seorang yang mampu membatasi arti kebutuhan.

Maka lahiriah adalah wujud dari 3' hal yaitu:
1. Raga.
2. Jiwa.
3. Roh.

Ketiga hal itulah wujud aku yang dilambangi dengan indera sebagai cuat adanya nafsu. Dimana nafsu inilah sumber adanya emosi.

Maka lahir kita adalah juang yang panjang pada waktu yang menjadikan 3' hal untuk menjadikan bawaan kepada kebaikan dan kebenaran pada juang panjang melawan hawa nafsu karena Allah STW.

Tidak ada komentar: