Berdiri menganjam ditiap pandang mata...
Rakus ditiap jalan meminta...
Menggenggam kerasnya harapan ditiap bawa...
Memekik pesona agar ada kata tema...
Berjalan dikerasnya harapan memancang tiap individu...
Asam dalam tiap kecap ada muntahan bara...
Diredupi lirihan kilau tetes tetes percik cahaya...
Memancang demi bara untuk penyemangat jiwa...
Kupun ada untuk siapa atau mau dimana...
Satu kali ada tapi berjuta cara membawa...
Seperti bandit kadang juga tak mau mengiba...
Kupun kembali lembarkan bentangnya tangan ditiap tiba...
Bukankah ini waktu...
Bukankah adanya memang penuh goda...
Dimana juga ada umpan pinipu juga...
Kadar biasa atau luar biasa tergantung arahnya...
Kadang kumau sendiri...
Seakan juga kadang kuberlari...
Dimana ada batu kadang jadi luka...
Tetapi kadang juga jadi nilai tambah menerjang asa...
Seperti mata yang penuh intuisi untuk pandangannya...
Kadang juga kutemu didiamnya raga...
Memantau kemana arah terbaiknya...
Kadang juga terjebak dilebarnya harga...
Tapi kadang sombong diadanya harga...
Malam semakin menjulang menempatkan pada kadar kesunyian. Seperti luwak yang berjalan. Ditiap titian melihat pada kerinduan bulan. Akupun tertuang untuk menerima desir indah ilalang yang berdesir dipetang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar