Dari keberadaanku aku adalah pelupa. Dimana kadang nama teman saja bisa lupa padahal sudah ada yang lama. Disini kadang aku malu karena takut dengan persahabatan. Hal ini juga kadang aku lupa wajah orang.
Dari kecil memang aku menonjol di ilmu pasti. Tapi ada hal hal yang fatal terjadi dimana kusuka lupa dengan angka angka tanpa rumus. Disaat itu aku memang lebih diatas rata rata dalam memugar rumus.
Dari pelupaku aku mudah berkreasi disetiap hal yang perlu dipecahkan. Seperti refleks yang tidak perlu kubayangkan seperti naluri yang memainkan. Diatas keadaan umumpun aku adalah aneh dan kupun memang anggap jelas diriku aneh. Anehku jelas karena kemampuan interaksi diperbincangan kusulit. Tapi jika suatu hal yang sudah jadi kemauan jangan tanya ku arogan dan tidak mau mengalah. Tetapi dengan dasar dan realita kehidupan yang ada.
Manusia wajar hanya memiliki penggunaan otak rata rata 10% dimana ilmuwan pun hanya kisaran 15 %. Dimana mampu digunakan maksimal para pemikir atau perenung di kisaran 20%. Ini fakta dan jelas dimana nilai orang yang gelisah adalah orang yang mau memacu otaknya.
Kenapa kita tidak bisa semua menggunakan. Itulah sebabnya manusi tidak sempurna. Diatas lupa itulah kau kadang bisa sedikit hilang beban berjalan. Diantara banyak kasus ada hal yang sulit dimengerti tapi pandai menghafal. Disatu sisi lemah menghafal tapi pandai menjabarkan.
Kupun termasuk orang yang suka teka teki. Bukan untuk mengasah daya hafal tapi dari mana dan kemana.
Jadi kesimpulanku:
Manusia itu pelupa, tapi hal inilah yang mampu membukakan beningnya pemikiran. Dimana cerdas dalam hafalan adalah bodoh dalam berkreasi. Dimana dia terbeban dari adanya suatu suatu perkara yang selalu ada dipikiran. Maka jadilah bayi ditiap apa dan mau kemana dihidupmu. Yang selalu gelisah karena itu sifat perenung.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar